Inilah Cara Untuk Memotret Macro Photography



Memotret makro bisa memperkenalkan makhluk-makhluk mungil yang sebetulnya ada di sekitarmu tapi hampir tak terlihat. Jadi kamu bisa berlatih memotret di lingkungan rumahmu. Itulah mengapa macro photography cukup popular di kalangan fotografer. Kalau kamu ingin memaksimalkan genre fotografi ini, simak pemaparan kali ini. 

Ross Hoddinott yang mulai memotret dari makro saat ia masih berumur 10 tahun. Menurutnya, elemen yang menarik dari macro photography adalah kemampuan untuk memperlihatkan dan mengapresiasi makhluk kecil yang mungkin sering terabaikan. Misalnya, kupu-kupu. Memotret makro akan memperlihatkan detail sayapnya, bulu pada tubuhnya, antenanya, sampai matanya yang menakjubkan.

Peralatan Memotret Macro

1. Lensa Macro
Jika tidak memliki lensa macro bisa diganti dengan lensa tele yang juga bisa menghasilkan foto yang indah asal tidak mendekati jarak minimum focus.

2. Tripod
Gunakan tripod ketika menurutmu itu praktis. Saat melakukan macro, Depth of Field (DOF) menjadi sempit artinya kamu harus benar-benar focus. Disinilah fungsi tripod.

3. Live View (SLR dan DSLR)
Saat melakukan makro ada baiknya kamu menggunakan mode Live View (Lv) sehingga bisa memungkinkan kamu untuk memperbesar mata subjek dan mengakurasi focus. Tentu saja ini lebih cocok kalau kamu memotret menggunakan tripod.

4. Lighting
Untuk memaksimalkan hasil fotomu, kamu bisa menggunakan diffuser untuk melembutkan cahaya yang terlalu keras dan mengurangi kontras sehingga mampu menonjolkan detail dan warna terutama saat memotret tanaman dan bunga.
Reflector bisa berguna untuk memantulkan cahaya ke subjekmu. Atau, kamu bisa gunakan lampu LED yang kecil dan bisa digenggam. 


Pengaturan Kamera Untuk Memotret

1. Aperture Priority
Saat memotret dengan aperture priority, ini memberikanmu ruang untuk mengontrol DOF.

2. ISO
Bisa saja kamu tetap memakai rumus “jagalah ISO serendah mungkin”. Namun sebetulnnya ini bukan masalah. Untuk membekukan gerakan, terutama saat pagi buta atau malam hari saat minim cahaya, menaikkan ISO adalah pilihan yang baik, kamu bisa memotret di ISO sekitar 1600. Ini juga berguna saat kamu memotret handheld sehingga bisa mengimbangi gerakanmu.

3. White Balance dan Metering
Ross lebih memilih menggunakan daylight white balance dari pada memilih automatic. Memang auto white balance lebih akurat dan bisa diandalkan. Namun, memotret makro butuh dominan satu warna yang dinetralkan oleh kamera. Dan juga menggunakan matrix metering untuk memudahkan menerapkan kompensasi pada eksposur. 


Tips Memotret Macro dari Ross Hoddinott

1. Pemilihan latar belakang itu penting. Kesederhanaan yang sangat penting dalam pemotretan makro. Tentu saja kamu tidak menginginkan background atau foreground yang berantakan. Jadi perhatikan sekeliling subjekmu.

2. Untuk memotret serangga, sebaiknya saat mereka tidak aktif atau bertengger sehingga kamu bisa lebih punya control. Biasanya mereka lebih suka menetap pada pagi buta atau malam. Jadi, disaat mereka diam, kamu tak perlu mengejar mereka. Memotret serangga sebaiknya saat di sore yang hangat atau pagi untuk mendapat embun pagi.

3. Periksalah kecepatan angina tidak lebih dari 12 mph. sebab, kalau lebih dari itu, subjekmu akan terbawa angina.

4. Fokus pada subjek itu sangat esensial dalam memotret makro. Kalau perlu, kamu menyesuaikan zoom pada kameramu (tidak semua kamera memilikinya)



Sumber artikel:
https://nikoninframe.co.uk

sumber gambar:
http://www.rosshoddinott.co.uk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Smartphone Dengan RAM 6GB Terbaik 2016

Prosesor Intel® Core™ i7

Infinix Note 7 Lite Resmi di Indonesia, 2 Juta dapet Quad Camera